Sabtu, 16 Juni 2012

JENIS-JENIS SPECIAL EFFECT DI FILM


Bikin film jadi seru? Pastinya...
                Film sukses bukan hanya karena akting aktor yang bagus, kawan. Film juga sukses dengan bantuan komputer, make up, kamera, dan jangan lupa soal special effect-nya. Berkat special effect kita bisa menyaksikan banyak hal yang tidak terbayangkan sebelumnya. Apa aja sih teknologi special effect yang ada? Ini dia infonya!

1.) Virtual Cinematography
Virtual Cinematography adalah efek khusus dalam film yang dibuat dengan komputer grafis. Bisa juga memotret obyek asli untuk dibuat obyek 3D digital sebagai kreasi virtual cinematography.
Cara kerjanya:
Hasil kreasi virtual 3 dimensi dimasukkan ke dalam mesin 3D bersama adegan yang diinginkan. Lalu kreasi virtual 3D ditambahkan ke adegan tadi. Bisa juga adegan yang sudah ditambahi kreasi virtual 3D tadi, difoto ulang untuk mendapatkan adegan dari sudut yang berbada.

2.) Digital Compositing
Merupakan cara penggabungan beberapa gambar menjadi satu. Bisa sama-sama berupa adegan atau adegan yang disatukan dengan efek khusus. Contoh penggabungan adegan misalnya pada film Forrest Gump dimana Forrest Gump berbicara dengan Presiden Nixon.
Cara kerjanya:
Menggunakan software khusus yang dapat memisah-misahkan adegan seperti lapisan demi lapisan lalu menumpuknya menjadi satu.

3.) Stop-Motion
Efek khusus yang memanipulasi benda menjadi terlihat bergerak dengan sendirinya. Misalnya di film Wallace And Gromit, karakter yang terdiri dari patung clay bisa bergerak dengan sendirinya.
Cara kerjanya:
Benda yang akan dibuat bergerak sebenarnya dibuat bergerak sedikit demi sedikit. Nah, gerakan demi gerakan kecil tadi difoto dengan seksama pada sudut yang sama. Lalu keseluruhan foto tadi diputar secara sekuen sehingga benda-benda tadi terlihat bergerak. Secara prinsip, tekhnik ini mirip animasi, kok. Benda yang digunakan untuk obyek bisa bermacam-macam tapi biasanya menggunakan clay sehingga sering juga disebut claymation alias clay animation.

4.) Prosthetic Make Up
Efek khusus pada film dengan menggunakan teknik-teknik make up sehingga didapatkan tampilan yang diinginkan pada aktor. Misalnya make up tokoh Mystique film X-Men.
Cara kerjanya:
Dibuat cetakan khusus dari bahan gypsum untuk wajah atau bagian tubuh yang diinginkan. Cetakan akan diisi silikon yang akan mengeras dan ditempelkan ke wajah atau bagian tubuh tertentu. Supaya lebih realistis, setelah ditempelkan di tubuh, nanti bahan silikon ini akan diwarnai lagi berbarengan dengan make up si aktor.

5.) Computer Generated Imagery
Computer Generated Imagery adalah efek khusus yang menggunakan perangkat lunak komputer 100% untuk menghasilkan gambar seperti benda asli. Misalnya pada film Toy Story, keseluruhan karakter dan setting dibuat dengan perangkat lunak komputer. Dengan CGI ini, pembuat film leluasa membuat setting apapun, misalnya setting pada film Lord of The Ring. Juga bisa mengcopy atau memperbanyak gambar obyek. Misalnya film 300, terlihat seperti film super kolosal yang melibatkan ratusan orang. Padahal orang yang terlibat enggak begitu banyak dan hanya di-copy berulang-ulang.


Cara kerjanya:
Dibuat dulu model obyek dengan clay yang akan dibuat dengan perangkat lunak komputer. Nantinya patung clay ini akan dianalisa komputer. Supaya gambar dapat bergerak, komputer animasi 3D menggabungkan model dari obyek dan gerakan yang sudah diprogram.

6.) Blue Screen/Green Screen
Aktor beraksi dengan menggunakan latar belakang biru atau hijau. Warna biru atau hijau dapat diganti dengan latar belakang lain, misalnya langit sehingga terkesan seperti terbang.


Cara kerjanya:
Sang aktor beraksi di depan kamera seperti gerakan yang diinginkan. Tapi ia berdiri di latar belakang berwarna biru atau hijau. Latar belakang warna biru dihilangkan untuk “ditempel” dengan adegan main, misalnya awan atau pemandangan tertentu. Si aktor jadi tampak terbang.

7.) Animatronics
Efek khusus yang menggunakan robot atau boneka yang digerakan secara elektronik atau robotic. Keunggulannya, lebih alami ketimbang CGI karena merupakan benda nyata.
Cara kerjanya:
Obyek yang diinginkan dibuat dengan teknologi animatronic. Misalnya dinosaurus atau monster. Nah, obyek ini biasanya berkulit silikon atau lateks yang diwarnai sehingga sangat mirip aslinya. Agar terlihat alamiah, dipakai teknologi robotik agar gerakannya mirip aslinya.

8.) Camera Slow/Camera Freeze
Efek khusus yang menimbulkan efek seperti kita bisa memutari sang aktor pada adegan tertentu. Misalnya pada film The Matrix.
Cara kerjanya:
Aktor berdiri di tenggah dan dalam posisi diam. Kamera disiapkan dalam jumlah banyak dan mengelilingi sang aktor. Saat “action!”, kamera secara bersamaan atau bergantian merekam. Gambar ini disatukan di komputer sehingga minimbulkan efek seperti kita mengelilingi si aktor.


                Gimana? Ada yang tertarik jadi sutradara dan menerapkan special effect diatas? Atau mau menciptakan special effect terkini? Kalau ada, itu cita-cita bagus, kawan. Magazines akan senang hati mendukung kawan-kawan. Kita sebagai penerus bangsa Indonesia jangan mau kalah sama orang luar negeri yang udah bisa bikin film hebat menggunakan special effect. Asal mau berusaha kita juga bisa, kok. :)



(From: XY Kids! Edisi 18/VII/08-21 April 2010)

SEJARAH SPECIAL EFFECT FILM


Awalnya dari sulap? Massa sih?
                Kita semua tahu kalau teknologi film terus berkembang, kan? Nah, kali ini Magazines akan bahas sejarah special effect dalam film. Engga usah basa-basi lagi, ya.. Ini dia infonya!

  Tahun 1895
Alfred Clarke membuat film The Execution of Marry, Queen of Scots. Film ini menggunakan special effect pertama di dunia dengan memakai tekhnik subtitution shot.

  Tahun 1898
 Special effect awalnya dari adegan sulap, lho! Pesulap asal Perancis, George Melies membuat film dari aksi sulap dengan menggunakan tekhnik multiple exposure, miniatur, dan stop-motion animation. Dia membuat lebih dari 500 film, termasuk A Trip to The Moon. Bahkan George Melies disebut sebagai “bapaknya special effect”, kawan!

  Tahun 1907
Penggunaan animatronik berupa elang mekanis dalam film The Eagle’s Nest.

  Tahun 1916
Frank Wiliams membuat travelling matte, yaitu karakter bergerak yang digabungkan dengan background lain. Teknik ini selanjutnya menjadi teknik dasar blue screen.

  Tahun 1925
Film Benhur menggunakan hanging miniature atau penonton palsu dalam adegan di dalam Coloseum.  
     
  Tahun 1933
 Wilis O’Brient membuat film King Kong dengan teknik stop motion paling detail masa itu.

  Tahun 1968
Film 2001: A Space Odyssey memunculkan teknologi pertama motion control camera dan teknik slit-scan untuk membuat efek spesial.

  Tahun 1976

Film Futureworld menggunakan teknik 3D Computer Generated Imagery (CGI) yang pertama.

  Tahun 1977
Star Wars mengawali teknik penggunaan blue screen.

  Tahun 1982
Film Tron menjadi film aksi pertama dengan 20 menit grafis 3D dan animasi komputer.

v     Tahun 1985
 Karakter CG lengkap pertama muncul dalam film Young Sherlock Holmes karya Steven Spielberg.

        Tahun 1991
 Dalam Terminator 2: Judgment Day terdapat efek spesial yang dibuat dengan CGI selama 5,5 menit. Semua efek di film ini dibuat secara digital.


   Tahun 1993
 Film Jurrasic Park juga menggunakan efek CGI dan animatronik dinosaurus dalam ukuran raksasa.

  Tahun 1995
Toy Story menjadi film yang seluruhnya dibuat menggunakan komputer.

  Tahun 2000-an
Efek spesial seperti teknik blue screen, animatronik, dan CGI yang dipakai dalam film makin berkembang dan canggih.


.               Wuih! Post kali ini mantap, kan? Ternyata special effect berkembang dari suatu hal yang sederhana seperti sulap menjadi sesuatu yang hebat dan mengagumkan. Ya, semuanya memang butuh proses. Tapi, kalian ngerti jenis-jenis dari special effect diatas nggak? Kalau belum, lihat post Magazines berikutnya, ya!



(From: XY Kids! Edisi 18/VII/08-21 April 2010)