Senin, 18 Juni 2012

TOP 10 FILM SUKSES DENGAN SPECIAL EFFECT

Superman enggak terbang?! Massa sih?

                Hai, kawan! Kali ini Magazines mau share tentang film yang sukses karena special effect-nya. Udah pernah denger dan tau apa itu special effect, kan? Bagi kawan-kawan yang belum tau silahkan dicek post sebelumnya, ya.. Biasanya untuk menghasilkan adegan yang enggak mungkin dilakukan, teknologi special effect sangat penting lho. Berikut adalah film sukses yang pakai special effect versi Magazine. Apa aja sih? Ini dia infonya!

1.) Star Wars (1997): Motion control photography

Pertempuran luar angkasa pada masa itu atau bahkan hingga kini hanya khayalan, bukan? Namun lewat film Star Wars Episode IV: A New Hope garapan George Lucas kita jadi penasaran dan tentu saja terhibur. Ini semua kerjaanya si special effect, lho! Sebagai sutradara, George Lucas menciptakan peperangan di luar angkasa melalui motion control photography, yang kemudian digarap lebih detail di komputer. Konon, teknologi ini menjadi sumber inspirasi pembuatan film berikutnya yang mengandalkan visual efect. Film berbiaya 11 juta dollar itu sukses hingga menciptakan penggemar fanatik Star Wars.
2.) Terminator 2: Judgment Day (1991): Make-up effect => morphing

Film Terminator 2: Judgment Day, juga patut diacungin jempol, kawan! Untuk urusan special effect, James Cameron (yang mengarang film ini) memang berambisi membuat sesuatu yang lebih hebat dibanding film sebelumnya, The Terminator (1984). Saat itu penonton dibuat kagum dengan visual effect-nya, ketika adegan wajah robot Terminator terbelah dua: terkelupas antara wajah bentuk robot dan manusia. Bahkan melebur ke berbagai bentuk lain. Terlihat begitu nyata. Teknik make-up effect saat itu masih baru, disebut morphing. Film berbiaya 100 juta dollar ini berkisah tentang robot Terminator yang muncul untuk melindungi John Connor dari buruan robot T1000. Film ini berhasil meraup untung sekitar 500 juta dollar.
3.) Superman: The Movie (1978): Blue screen

Manusia bisa terbang? Superman tuh yang bisa! Pada masa itu, kisah super hero dari DC Comics itu membuat orang berbondong-bondong ke bioskop. Perkembangan teknologi film saat itu belum secanggih sekarang. Tapi sutradara Richard Donner enggak hilang akal untuk bikin Superman beraksi lebih dahsyat: bisa melesat cepat dan terbang. Special effect yang digunakan masih sederhana, diantaranya menggunakan bluescreen yang bikin Superman terbang. Padahal aslinya aktor Superman nggak bisa terbang, lho! Tapi penonton cukup puas menyaksikan film yang menghabiskan sekitar 55 juta dollar itu.
4.) Jurassic Park (1993): Teknologi animatroik 



Menampilkan dinosaurus dalam film? Enggak mungkin! Tapi Steven Spielberg bisa! Dalam film Jurassic Park yang dirilis tahun 1993, sutradara serba bisa itu menampilkan hewan yang sudah punah dan membuat banyak orang penasaran ingin menontonnya. Tentu saja dinosaurus yang ‘berakting’ di film itu nggak beneran, melainkan rekayasa teknologi film yang dinamakan animatronic. Spielberg membuat robot dinosaurus yang dikendalikan oleh kru untuk berakting. Lalu diperhalus dengan tampilan komputer. Saat itu, teknologi animatronik yang membuat donosaurus hidup di film Jurassic Park memang cukup menghebohkan. Gimana enggak? Habis.. hasilnya seperti hewan sungguhan sih! Film berbiaya 63 juta dollar itu sendiri bercerita tentang taman dinosaurus buatan di Isla Nublar dan menbuat hewan berbahaya itu berkeliaran di pulau.
5.) Toy Story (1995): Computer Generated Imagery (CGI)

Siapa sih yang nggak kenal Toy Story? Yup! Film ini memang sangat terkenal di berbagai kalangan saat ini, dan menjadi salah satu favorite Magazines. Kehebatan teknologi special effect yang menggunakan Computer Generated Imagery alias CGI dibuktikan pertama kali oleh film keluaran pixar: Toy Story. Film yang dirilis tahun 1995 ini saat itu memang mengandalkan CGI agar bisa menampilkan gambar animasi yang berasal dari tangan para animator menjadi lebih hidup. Nah, dengan bekal teknologi tersebut, anak-anak seusia kita, para orangtua dan kakak-kakak kita jadi makin senang nonton film tersebut. Film yang berbiaya 30 juta dollar itu mengisahkan tentang Woody, mainan kayu milik Andy yang merasa resah dengan kedatangan mainan baru Buzz Lightyear. Woody dan teman-temannya cemburu dan khawatir mereka akan diabaikan oleh Andy. Terjadilah petualangan seru para mainan hidup itu untuk menarik perhatian tuannya. Selain menarik, cerita dan tampilannya membuat orang kagum, lho, pada masa itu.
6.) Forrest Gump (1994): Manipulasi

Ini film lama yang sudah beberapa kali diputar ulang. Walaupun saat ini Forres Gump kalah tenar sama film lain dan enggak banyak yang tahu, tapi pada jamannya, film drama yang diperankan oleh Tom Hanks ini cukup memikat penonton, lho! Bukan Cuma karena jalan ceritanya yang menarik, tapi juga menggunakan special effect. Misalnya ketika Forres Gump bersalaman dan bertemu Presiden John F. Kennedy yang udah meninggal. Kok bisa?? Sesungguhnya itu menggunakan tekhnik kamera, kawan. Juga ketika sosok Letnan Dan Taylor yang dalam film ini tampil tanpa kaki, padahal sesungguhnya itu hanya manipulasi menggunakan special effect. Meskipun saat ini efek seperti itu dianggap biasa, namun film berbiaya 55 juta dollar ini bisa menarik banyak penonton. Kisahnya tentang sosok Forest Gump, cowok yang kepintarannya dibawah rata-rata bertualang menemui sejumlah orang penting dan melewati berbagai peristiwa yang menyentuh.
7.) Titanic (1997): Replika kapal

Salah satu special effect film yang menarik buat diintip bisa kita lihat dalam film Titanic. Film yang disutradarai oleh James Cameron ini dianggap sukses, salah satunya karena berhasil menerapkan special effect dengan miniatur kapal mirip versi aslinya ke dalam film. Padahal bukan pekerjaan mudah, lho! Apalagi kapal sebenarnya memang ada, sehingga kru harus mendesain kapal buatan sesuai aslinya. Meskipun kapal buatan, tapi ketegangan yang muncul dalam film ini tetap terasa, kawan. Ditambah lagi ceritanya memang menyentuh, yaitu mengenai kapal pesiar mewah yang tenggelam di perairan Atlantik. Dalam perjalanannya itu, banyak kisah menyentuh yang membuat penonton terharu. Film berbiaya 100 juta dollar ini sukses berat dan sempat memimpin box office bertahun-tahun sebelum akhirnya dilengserkan oleh Avatar, karya sutradara yang sama.
8.) The Matrix (1999): Bullet time

Satu lagi film yang menggunakan special effect keren adalah The Matrix. Film karya Wachowski Brothers ini bikin kagum banyak orang, bahkan menjadi inspirasi tontonan lainnya berkat teknologi bullet-time dalam banyak adegan di film itu. Asal tau aja nih, kawan. Gerakan aktor atau kecepatan peluru yang dilontarkan senapan musuh dalam film itu jadi sangat lambat. Tujuannya agar penonton bisa mendapatkan gambaran detail adegan itu. Hasilnya mengagumkan. Film ini bercerita tentang petualangan di dunia virtual penuh dengan aksi, dimana dunia akan dikuasai mesin. Film yang menelan biaya sekitar 63 juta dollar ini dibintangi Keanu Reeves.
9.) The Lord of The Rings: The Fellowship of The Ring (2001): Make up CGI

Film trilogi The Lord of The Rings dimulai dari The Lord of The Rings: The Fellowship of The Ring. Film yang disutradarai Peter Jackson ini diadaptasi dari sebuah novel fantasi. Dalam film yang biayanya mencapai 285 juta dollar ini dikenal dengan karakter-karakter unik yang berdampingan dengan karakter manusia. Untuk menampilkan sosok itu, Peter Jackson membuat special effect menggunakan CGI dengan menciptakan karakter yang dibuat dari komputer. Pada masa itu, teknologi ini juga cukup diperbincangkan. Film ini berkisah tentang cincin yang memiliki kekuatan bagi pemiliknya dan diperebutkan banyak pihak. Selain kisahnya menarik, juga banyak karakter unik yang muncul. Enggak usah heran jika dua film berikutnya masih banyak ditonton orang juga, yaitu: The Two Towers (2002), dan The Return of The King (2003).
10.) Avatar (2009): CGI 3D

Banyak yang berdecak kagum usai nonton Avatar, apalagi dalam format 3D. Soalnya kita dibuat seperti berada di dunia yang sama dengan karakter di film tersebut. Kehebatan film karya James Cameron ini memang dibuat dengan teknologi CGI 3D paling baru. Setiap adegan dibikin detail, dengan menyatukan gerakan aktor sesungguhnya di studio dan aktor rekaan yang dibuat dan ‘berakting’ di dalam komputer. Hasilnya? Ya, karakter ciptaan sedang beraksi di dunia yang juga hasil ciptaan komputer CGI. Seperti kita tahu, film ini berkisah tentang sekelompok manusia yang ingin menguasai sumber energi baru di planet Pandora. Masalahnya, mereka harus berhadapan dengan bangsa Na’vi yang cinta damai. Pertempuran pun nggak bisa dihindarkan, komunitas Na’vi dan planetnya yang dipenuhi dengan flora fauna yang unik dan indah jadi berantakan. Untuk menggambarkan suasana itu, James Cameron merekayasa sendiri kamera untuk pengambilan gambar. Terutama makhluk bangsa Na’vi dan Planet Pandora yang menggunakan grafis 3D. Makanya, wajar saja jika film yang menelan biaya 310 juta dollar ini ditampilkan dalam format RealD 3D, Dolby 3D, XpanD 3D, dan Imax 3D. Film ini melesat ke peringkat pertama sebagai film yang memiliki pendapatan terbaik sepanjang masa senilai 2,6 milyar dollar. Tentu saja menggeser Titanic (1997) yang meraup 1,8 dollar. Kerrennn!!

So, menarik nggak info kali ini? Well, kapan ya, Indonesia bisa bikin film bagus dengan special effect seperti itu?


(From: XY Kids! Edisi 18/VII/08-21 April 2010)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar